Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada
Nabi dan Rasul paling mulia, Nabi kita Muhammad saw. , juga bagi
keluarga dan seluruh sahabat beliau, wa ba'du:
Sesungguhnya
rukun pertama dari rukun-rukun Islam yang agung adalah bersaksi
bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk disembah dengan selain Allah
dan bahwasanya Muhammad itu Rasulullah (utusan Allah). Perealisasian
setengah dari kedua persaksian tersebut adalah syahadat bahwasanya
Muhammad itu utusan Allah, yang akan terwujud melalui beberapa perkara
berikut ini:
Pertama: Mempercayai Nabi S.A.W. pada seluruh apa
yang beliau kabarkan, yang dimulai dari keyakinan bahwa beliau adalah
Rasulullah (utusan Allah) yang diutus kepada jin dan manusia seluruhnya
untuk menyampaikan wahyu Allah Ta'ala melalui Al-Qur'an dan As-Sunnah,
keduanya mencakup agama Islam yang tidak akan Allah terima agama
selainnya.
Kedua: Menta'ati dan ridho atas hukum yang
diputuskannya, berserah diri kepada beliau dengan sepenuhnya, tunduk
terhadap sunnah dan menjadikannya sebagai panutan, serta membuang apa
yang selainnya.
Ketiga: Mencintai beliau S.A.W. diatas
kecintaan terhadap orang tua, keturunan dan diri sendiri, yang
mengharuskan sikap pengagungan, pemuliaan, rendah diri, menolong dan
membelanya dan berpegang dengan apa yang beliau datangkan.
Oleh
karena itu bagi setiap muslim; hendaklah merealisasikan semua makna
ini, agar keimanannya menjadi benar, dapat merealisasikan setengah dari
kalimat Tauhid dan agar kesaksiannya bahwa Muhammadur Rasulullah
diterima, karena orang-orang munafiq berkata:
" نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ "
"Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan
Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan
Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar
orang pendusta" [QS. Al-Munaafiquun: 1], maka syahadat mereka tidak akan bermanfaat baginya, dikarenakan mereka tidak merealisasikan maknanya.
Berikut ini kami ketengahkan kepada Anda beberapa perkara yang dapat
kita laksanakan sebagai realiasasi kecintaan kita terhadap Rasulullah
dan melaksanakan kewajiban kita dalam menunaikan hak-hak Nabi S.A.W.
untuk menghadapi serangan keji terhadap beliau dengan mengorbankan
anak-anak, orang tua, diri sendiri bahkan juga harta kita, menurut
kemampuan masing-masing, karena setiap muslim wajib memikul tanggung
jawabnya masing-masing sesuai kedudukan mereka:
Bagi Perorangan, maka ia harus melakukan hal-hal berikut:
1- Bertafakkur tentang tanda-tanda kenabian beliau S.A.W. yang
pasti, bahwasanya beliau adalah utusan Rabb penguasa alam semesta,
asalnya ada dalam Al-Qur'anul Karim, dan apa yang terkandung dari
tanda-tanda yang menunjukkan akan benarnya kenabian beliau r.
2- Mempelajari dalil-dalil dari Al-Qur'an, Sunnah serta ijma' yang
menunjukkan akan kewajiban menta'ati Nabi S.A.W., memerintahkan untuk
mengikuti dan menjadikannya sebagai panutan.
3-
Mengetahui dan memahami akan penjagaan Allah terhadap Sunnah Nabi-Nya,
yaitu melalui besarnya perjuangan yang diemban oleh para ulama pada masa
yang berbeda-beda, mereka menjelaskan yang shahih dari yang lemah,
serta mengumpulkannya sesuai
dengan pondasi yang sangat teliti dan hanya dimiliki oleh umat ini,
serta tidak pernah ada pada umat-umat yang telah lalu.
4-
Merasakan akan kecintaan terhadap beliau S.A.W. dalam hati dengan
mengingat sifat kedermawanan dan kemuliaan baik lahir maupun batin ,
juga membaca tentang sifat-sifat beliau yang mulia, serta mengetahui
bahwasanya telah terkumpul pada beliau kesempurnaan manusia dalam bentuk
(fisik) maupun akhlaknya.
5- Turut merasakan keutamaan dan
kebaikan beliau S.A.W. terhadap setiap muslim, karena beliaulah yang
menyampaikan agama Allah kepada kita dengan penyampaian terbaik,
terlengkap dan paling sempurna, dan beliau S.A.W. telah menyampaikan
risalah, menunaikan amanah, menasehati seluruh umat serta menjadi utusan
terhadap kaumnya.
6- Menyandarkan seluruh kebaikan duniawi
dan ukhrawi yang kita sepakati dan kita nikmati kepada beliau S.A.W.
setelah keutamaan dan karunia Allah Ta'ala, karena beliau S.A.W.
merupakan jalan penunjuk kita kepadanya, semoga Allah memberi kita
ganjaran terbaik sebagaimana yang diperoleh seorang nabi dari umatnya.
7- Merasakan bahwa beliau S.A.W. merupakan manusia yang paling
lembut, paling dermawan dan paling menjaga terhadap umatnya, Allah
berfirman:
[ النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ]
"Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri" [QS. Al-Ahzab: 6]
8- Mengenali ayat-ayat dan hadits-hadits yang menunjukkan keagungan
kedudukan beliau r disisi Rabb-nya, betapa tingginya derajat beliau
disisi Penciptanya, serta kecintaan Allah Ta'ala dan pemuliaan –Nya
terhadap beliau dengan kemuliaan tertinggi.
9- Melaksanakan
perintah Allah kepada kita untuk mencintai beliau S.A.W., bahkan
mengedepankan kecintaan kepada beliau daripada diri kita sendiri,
sebagaimana sabda Nabi S.A.W.:
(( لن يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من نفسه وولده ووالده والناس أجمعين ))
"Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga menjadikanku lebih
dia cintai dari dirinya, anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia"
10- Berpegang dengan perintah Allah kepada kita agar beradab terhadap
beliau r, dan mengikuti sunnahnya, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ
صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ
لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ . إِنَّ
الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ
الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ
وَأَجْرٌ عَظِيمٌ [ (الحجرات: 2-3)
"Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan
janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana
kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak
hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari . Sesungguhnya
orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah
orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi
mereka ampunan dan pahala yang besar" [QS. Al-Hujuraat: 2-3]
]لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا [ (النور: 63)
"Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan
sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain)" [QS. An-Nuur: 63]
11- Berserah diri terhadap perintah Allah Ta'ala dengan membela Nabi
S.A.W., menolong dan menjaganya dari setiap gangguan yang ditujukan
kepadanya, atau dari kekurangan yang dinisbatkan kepadanya, sebagaimana
firman Allah: "supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya,
menguatkan (agama)Nya, dan membesarkan-Nya" [QS. Al-Fath: 9]
12- Berusaha untuk selalu membela dan menolong beliau S.A.W. secara Ikhlas dan tulus.
13- Merasakan akan adanya ganjaran berlimpah di akhirat bagi orang yang
merealisasikan kecintaan terhadap Nabi S.A.W. dengan cara yang benar,
yaitu dengan menjadi pendamping beliau S.A.W. di surga, sebagaimana
sabda Nabi S.A.W.: "Anda akan bersama dia yang anda cintai".
14- Berusaha untuk selalu bershalawat kepada Nabi S.A.W. setiap kali
disebutkan nama beliau; setelah adzan, pada hari jum'at dan pada setiap
waktu, dikarenakan adanya ganjaran besar dari semua itu dan juga karena
besarnya hak beliau dari kita.
15- Membaca sejarah Nabi
S.A.W. yang shahih, sambil merenungi setiap kejadian untuk mengambil
manfaat dari hikmah darinya, serta mengambil manfaat dari setiap
kejadian dan berusaha untuk menghubungkannya dengan kehidupan dan kenyataan yang kita jalani.
16- Mempelajari Sunnah beliau S.A.W. dengan membaca apa yang telah
dishahihkan oleh para ulama dari hadits-hadits yang diriwayatkan
darinya, sambil berusaha untuk memahami kandungannya dan mengambil apa
yang terkandung dari ajaran kenabian berupa hikmah yang jelas, akhlak
yang tinggi, ibadah yang lengkap kepada Allah dan ketundukan yang
sempurna hanya kepada sang pencipta.
17- Mengikuti Sunnah beliau r secara keseluruhan, dengan mengedepankan yang lebih prioritas dari yang lainnya.
18- Berusaha untuk selalu mengikuti sunnah beliau dalam ibadah walaupun
kita hanya melakukan satu kali seumur hidup, sebagai bentuk penjagaan
untuk selalu mengikuti beliau pada segala sesuatu.
19- Berhati-hati dari melecehkan sunnah beliau S.A.W.
20- Berbahagia dengan terlihat dan dipraktekannya sunnah beliau diantara umat manusia.
21- Bersedih karena tidak dilaksanakannya sunnah beliau r oleh sebagian orang.
22- Membenci setiap yang mencela Nabi S.A.W. ataupun sunnahnya.
23- Mencintai keluarga beliau S.A.W. yang mencakup para istri dan
keturunannya, dan bertaqarrub kepada Allah Ta'ala dengan mencintai
mereka, dikarenakan kedekatan mereka dari Nabi S.A.W. dan juga karena
keislaman mereka, sedangkan orang yang berbuat maksiat diantara mereka
hendaklah kita berusaha untuk memberinya petunjuk, karena hidayah yang
mereka peroleh lebih dicintai oleh Rasulullah S.A.W. dari pada hidayah
yang mereka peroleh oleh selain mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh
Umar bin Khattab r.a. kepada Al-Abbas paman Rasulullah r: (Perlahanlah
wahai Abbas, sungguh keislamanmu pada hari kamu memeluk Islam lebih aku
cintai dari pada keislaman Al-Khattab, hal itu karena aku mengetahui
bahwa keislamanmu lebih dicintai oleh Rasulullah S.A.W. daripada
keislaman Al-Khattab).
24- Melaksanakan wasiat Nabi S.A.W.
terhadap keluarganya, yaitu tatkala beliau berkata: "Saya mengingatkan
kalian tentang keluargaku" tiga kali.
25- Mencintai para
sahabat Nabi S.A.W., menghormati mereka serta meyakini keutamaan mereka
atas orang-orang yang datang setelahnya dari segi ilmu, amal dan
kedudukannya di sisi Allah Ta'ala.
26- Mencintai para ulama dan
menghargainya, karena kedudukan dan hubungan mereka dengan warisan
kenabian, para ulama adalah pewaris para Nabi, maka mereka berhak untuk
dicintai dan dihormati, sebagaimana hak Nabi S.A.W. terhadap umatnya.
Pada Tingkat Keluarga dan Masyarakat:
27- Mendidik anak-anak kita untuk mencintai Rasulullah S.A.W..
28- Mendidik anak-anak kita agar mencontoh Rasululullah S.A.W. pada seluruh keadaannya.
29- Memiliki buku-buku yang berhubungan dengan sejarah Nabi S.A.W..
30- Mengoleksi kaset-kaset yang berhubungan dengan sejarah beliau S.A.W..
31- Menyeleksi film-film kartun yang baik dan mendidik.
32- Mengkhususkan satu waktu atau lebih dalam setiap pekan untuk berkumpul bersama keluarga untuk mempelajari sejarah Nabi.
33- Hendaknya suami mencontoh Rasul S.A.W. dalam bermuamalah dengan keluarganya.
34- Memberi semangat kepada anak untuk menghafal dzikir yang diajarkan Nabi dan mempraktekkannya.
35- Memberi semangat kepada anak untuk menyisihkan sebagian dari uang
sakunya untuk mengamalkan sebagian hadits, seperti: menyantuni anak
yatim, memberi makan, dan membantu orang yang sedang membutuhkan.
36- Membiasakan anak untuk mempraktekkan kalimat-kalimat
hikmah yang datang dari hadits Nabi, seperti: "seorang Mukmin itu
cerdik dan cerdas", seorang Mukmin tidak akan terperosok dua kali dalam
lubang yang sama, "permudahlah dan janganlah mempersulit".
37- Mengadakan perlombaan antara anggota keluarga tentang sejarah Rasul S.A.W..
38- Mengenalkan keluarga Muslim dengan kehidupan Rasul S.A.W., dengan mengadakan acara satu hari di rumah Rasul
Pada Tingkat Dunia Pendidikan dan Mereka yang Bekerja di bidang itu:
39- Menanamkan kecintaan terhadap Rasul S.A.W. pada jiwa siswa dan
siswi dengan cara memperkenalkan hak-hak beliau r terhadap umatnya.
40- Mengadakan ceramah-ceramah yang membahas sisi-sisi kehidupan Rasul dan juga kepribadian beliau S.A.W..
41- Memberi semangat kepada seluruh pengurus bidang pendidikan agar
memberi tambahan pelajaran sejarah Nabi pada kurikulum pembelajaran dan
pelajaran Islami pada bidang kemanusiaan.
42- Berusaha ikut serta dalam mendukung proyek riset ilmiah untuk mempelajari sejarah Nabi pada universitas-universitas barat yang terkenal.
43- Memberi semangat pada penulis makalah ilmiah tentang sejarah Nabi
dan menganjurkan para penulis untuk mengarang buku tentang sunnah dengan
berbagai macam ragamnya, seperti buku "al-maghozi" (peperangan-peperangan Rasul) dan "as-syamail" (Sifat-sifat Rasul).
44- Mengadakan pameran pada tingkat sekolah dan universitas untuk
memperkenalkan Rasul S.A.W., sambil memperhatikan peta geografi
perkembangan Islam.
45- Mengkhususkan suatu tempat di
perpustakaan yang menyediakan bacaan dan referensi yang berhubungan
dengan Rasul r dan sejarahnya, serta meletakkannya pada tempat yang
jelas terlihat.
46- Menyusun ensiklopedi akademik yang mencakup, tentang sejarah Nabi yang dapat dijadikan referensi dan menerjemahkannya kedalam berbagai bahasa dunia.
47- Mengadakan perlombaan tahunan bagi siswa dan siswi untuk menyeleksi
makalah terbaik tentang sejarah Nabi dan menyediakan hadiah menarik
untuknya.
48- Mengadakan kegiatan kepemudaan yang mencakup kegiatan-kegiatan yang menanamkan kecintaan terhadap Rasul r dan yang berhubungan dengan sunnah beliau.
49- Mengadakan beberapa pelatihan khusus untuk menyiapkan para pemimpin yang mencontoh kepada Nabi S.A.W.
Pada Tingkat Para Imam, Da'i dan Para Penuntut Ilmu:
50- Menjelaskan kekhususan-kekhususan
dakwah dan risalah beliau S.A.W. dan bahwasanya beliau diutus dengan
agama yang bijaksana, dan bahwa pokok dari dakwahnya adalah selalu
berusaha untuk memberi petunjuk kepada seluruh manusia agar mengesakan
ibadah hanya kepada Allah.
51- Beramal untuk mendakwahi umat manusia dan menunjuki mereka kepada agama ini; dengan seluruh ras dan bangsa mereka.
52- Menjelaskan sifat-sifat beliau S.A.W., baik dari segi fisik maupun
akhlaknya, sebelum dan setelah diturunkan risalah kepadanya.
53- Menjelaskan keutamaan-keutamaan Rasul S.A.W. serta kekhususan-kekhususan umatnya dengan cara yang menarik.
54- Menerangkan keadaan-keadaan beliau bersama keluarga, tetangga dan para sahabatnya.
55- Menjelaskan tentang bagaimana muamalah beliau S.A.W. terhadap
musuh-musuhnya dari ahli kitab, orang-orang musyrik dan munafiq.
56- Menjelaskan tentang manhaj beliau r dalam kehidupannya sehari-hari.
57- Mengkhususkan khutbah kedua pada sebagian hari jum'at untuk mengingatkan akan kejadian-kejadian dari sejarah Nabi S.A.W., terlebih lagi dengan mengkhususkan beberapa khutbah penuh tentang beliau dari waktu ke waktu.
58- Menjelaskan tentang beberapa ayat yang berbicara tentang Rasul
S.A.W. ketika dibaca dalam shalat, selama tiga sampai lima menit.
59- Menambahkan halaqoh-halaqoh untuk menghafal sunnah di Mesjid, disamping halaqoh-halaqoh tahfidz Qur'an.
60- Membenarkan pemahaman-pemahaman
yang salah seputar sunnah Rasul S.A.W. kepada masyarakat umum, dan
mengajak mereka untuk berpegang hanya dengan yang shahih, dengan gaya
bahasa yang mudah difahami dan jelas.
61- Menyebutkan
fatwa-fatwa ulama yang menjelaskan tentang hukum orang yang berpaling
dari Rasul S.A.W. dengan mencela beliau, dan kewajiban untuk membenci
orang yang berbuat demikian serta berlepas diri darinya.
62-
Berusaha untuk mengembalikan umat manusia kepada agama mereka melalui
penjelasan ringan tentang keadaan dakwah beliau S.A.W..
63- Memberi peringatan melalui media-media cetak dan elektronik tentang
perilaku yang terlalu berlebihan terhadap Rasul r, sambil menerangkan
ayat-ayat yang melarang perbuatan tersebut, seperti firman Allah:
"janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu" [QS. An-Nisaa: 171],
juga beberapa hadits khusus yang berbicara tentang ini, sebagaimana
sabda beliau S.A.W.: "Janganlah kalian terlalu berlebih-lebihan dalam mengikutiku sebagaimana terlalu berlebih-lebihannya
orang nasrani terhadap Isa putra Maryam", serta menjelaskan bahwa
kecintaan yang sesungguhnya adalah dengan mengikutinya S.A.W..
64- Menganjurkan orang-orang untuk membaca sejarah Rasul S.A.W. dari sumbernya yang asli sambil menjelaskannya kepada mereka.
65- Menjelaskan kebatilan dan kedustaan yang disebarkan tentang beliau dan sejarahnya.
Pada Tingkat Para Pengamat, Cendikiawan, Jurnalis dan Wartawan:
66- Memperkenalkan pribadi Rasul S.A.W. dan kekhususan-kekhususan umatnya melalui publikasi dan pembicaraan tentang beliau dalam berbagai kegiatan komunikasi dan kebudayaan.
67- Tidak menyiarkan bentuk materi apapun yang memuat pelecehan terhadap sunnah beliau S.A.W..
68- Membendung media barat dan yahudi yang bertentangan serta membantah
apa yang mereka publikasikan dari berbagai syubhat dan kebatilan
tentang agama dan Nabi kita Muhammad S.A.W..
69- Mengadakan
berbagai pertemuan ditingkat wartawan dan cendikia dari kalangan non
Muslim yang bijak untuk membicarakan tentang Nabi r dan risalahnya.
70- Menyebarkan apa yang disebut oleh orang-orang bijak non Muslim tentang Nabi S.A.W..
71- Mengadakan berbagai seminar dan acara kebudayaan untuk menampakkan
manhaj, sejarah serta menjelaskan kelayakan ajaran beliau S.A.W. pada
setiap waktu dan tempat.
72- Mengadakan berbagai perlombaan
penulisan makalah dan buku tentang sejarah Rasul S.A.W. dan menyiapkan
hadiah berharga untuknya.
73- Menulis berbagai makalah, kisah dan buku-buku kecil yang berisikan tentang Rasulullah S.A.W..
74- Mengusulkan kepada para pemimpin redaksi surat kabar dan majalah
untuk mengkhususkan sebuah kolom yang menjelaskan tentang ayat dan
hadits-hadits tentang wajibnya mencintai Rasul S.A.W., bahwa mencintai
beliau lebih utama daripada anak, orang tua dan seluruh manusia, bahkan
lebih utama dari kecintaan terhadap diri kita sendiri, yang mencakup
pengagungan, penghormatan, ittiba' (mengikuti) dan lebih mendahulukan
sabda beliau atas perkataan siapapun.
75- Memberi usulan
terhadap para pimpinan stasiun televisi untuk menyiapkan suatu program
khusus tentang sejarah Rasul S.A.W., serta sikap dan prilaku beliau
terhadap istri, anak, sahabat, musuh dan lain sebagainya dari sifat
pribadi dan perangai beliau yang mulia.
76- Menganjurkan kepada
studio-studio rekaman dan rumah-rumah produksi pertelevisian untuk
mengeluarkan beberapa video yang berisikan tentang sejarah Rasul S.A.W.
dengan cara yang baik dan menarik.
77- Menganjurkan stasiun-stasiun
televisi, baik yang lokal ataupun parabola untuk menerbitkan dan
menyiarkan film-film kartun untuk anak-anak yang mengisahkan tentang
kepribadian Rasul S.A.W., serta beberapa kisah dari sunnah Nabi.
Pada Tingkat Yayasan-Yayasan Sosial dan Dakwah
78- Membentuk lajnah atau badan yang mengusung bendera pembelaan terhadap Rasul S.A.W..
79- Mengkhususkan beberapa tempat pada pameran dan muktamar nasional serta international yang diikuti oleh yayasan-yayasan untuk memamerkan buku serta kaset-kaset dan video yang memaparkan kekhususan-kekhususan risalah Nabi Muhammad.
80- Mengkhususkan beberapa tempat tetap untuk membagikan kaset, buku dan selebaran-selebaran yang berbicara tentang Rasul S.A.W..
81- Menganugerahkan
hadiah menarik untuk orang-orang terbaik dalam melayani dan perhatian
terhadap sunnah dan sejarah Nabi serta mengadakan pertemuan tahunan
dengan mengundang orang-orang penting untuk menganugrahkan hadiah
tersebut kepada mereka.
82- Mencetak buku-buku sejarah Nabi dengan berbagai bahasa, dan membagikannya ke pusat-pusat orientalis, perpustakaan-perpustakaan umum dan universitas diseluruh dunia.
83- Menerbitkan majalah atau bulletin berkala yang fokus terhadap
sejarah Nabi yang suci dan ajaran-ajaran agama, serta menampilkan
kebaikan-kebaikan umat ini dan agama yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad S.A.W..
84- Menyiapkan kotak-kotak amal untuk mendanai gerakan pembelaan
terhadap Rasulullah S.A.W., penulisan dan terjemahan buku-buku sejarah
nabi serta pembuatan website di internet.
Pada Tingkat Para Pekerja Internet dan Pemilik Website
85- Membentuk beberapa kelompok website yang bertugas memaparkan kebaikan-kebaikan agama ini dan menjelaskan bahwa Islam mencintai seluruh Nabi dengan derajat kecintaan yang sama.
86- Membuat website atau forum dialog ataupun juga menyiapkan sebuah
kolom khusus website yang fokus untuk menjelaskan sejarah Nabi S.A.W.
dan kebaikan ajaran islam yang dibawa oleh beliau.
87- Ikut
berperan dalam dialog damai dengan mereka yang non Muslim, sambil
mengajak mereka untuk mempelajari kepribadian Rasul S.A.W. dan agama
yang diembannya.
88- Membuat atau menyusun surat-surat elektronik yang dikirim ke email-email khusus tentang beberapa Hadits dan nasehat-nasehat Nabi.
89- Menyiapkan buletin-buletin elektronik –dari waktu kewaktu- tentang pribadi Rasul S.A.W. dan dakwahnya, terutama pada perayaan-perayaan dan kejadian-kejadian insidental.
90- Mengumumkan pada mesin pencari data (seperti google) yang terkenal tentang beberapa buku atau ceramah-ceramah yang berbicara tentang Rasul S.A.W..
Pada Tingkat Orang Kaya dan Pemerintahan Islam
91- Mendanai kegiatan-kegiatan dakwah yang berhubungan dengan sejarah Nabi yang mulia.
92- Mencetak stiker-stiker yang berisi tentang Hadits dan nasehat-nasehat kenabian.
93- Ikut menanam saham dalam mendirikan stasiun televisi, radio dan majalah-majalah yang berbicara tentang Islam dan Rasulullah S.A.W., dengan berbagai macam bahasa, terutama bahasa Inggris.
94- Menyewa jam tayang pada beberapa stasiun televisi dan radio asing untuk menampilkan gambaran-gambaran tentang Islam dan Nabi Muhammad S.A.W..
95- Mendirikan beberapa markas khusus untuk membahas dan mempelajari sejarah Nabi serta menterjemahkannya kedalam bahasa yang ada di dunia ini.
96- Mendirikan museum dan perpustakaan yang khusus membidangi sejarah dan peninggalan Nabi yang Mulia.
97- Membuat beberapa buah website di internet yang dikhususkan pada sejarah dan sunnah Nabi S.A.W..
98- Mencetak dan menyebarkan buku-buku, kaset dan program-program publikasi yang memaparkan kebaikan-kebaikan agama yang dibawa oleh Nabi, juga tentang akhlak dan kepribadian beliau, dalam beberapa bahasa, khususnya bahasa Inggris.
99- Turut berperan dalam mendanai perlombaan-perlombaan dalam bidang dakwah yang terfokus pada sejarah Nabi, dan juga menyisihkan sebagian hartanya sebagai dukungan atasnya.
Nomor ke 100 kami tinggalkan untuk Anda agar disempurnakan dan dikirimkan kepada kami melalui alamat lembaga kami.
Saudara dan saudariku yang beragama Islam .. sesungguhnya yang
merupakan kewajiban bagi kita semua –masing-masing menurut kemampuannya-
adalah membela Nabi kita, imam kita dan kekasih kita Muhammad S.A.W.,
oleh karena itu kami siapkan buletin ini agar tidak ada seorangpun dari
kita yang memiliki alasan untuk tidak membela beliau, maka itu hendaklah
kita semua beramal untuk menyebar dan mempublikasukannya,
juga mendakwahi keluarga dan seluruh manusia melalui perkumpulan
keluarga, pembicaraan via telephone dan sms untuk membela Rasulullah
S.A.W.